Inside Mecca

Syariah Economy

Loading...

Thursday, September 18, 2008

LDII salurkan Zakat Koorporasi

LDII salurkan Zakat Koorporasi

Sholeh Iskandar- Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) bersama sembilan organisasi masyarakat (Baznas, Lazis DDII, Lazis Muhamdiyah, Lazis RZI, Aksi Cepat Tanggap, Yayasan Dompet Dhuafa, Laz Al Azhar, Lazis BMT, dan Lazis PKPU) mendapat kepercayaan menyalurkan zakat koorporasi oleh Bank Mega Syariah (BMS)

Kemarin, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LDII, Prof. Dr. Ir. KH. Abdullah Syam, menyerahkan secara simbolis zakat tersebut kepada Ketua DPD LDII Kota Bogor Radjab Tampubolon, dan Ketua DPD LDII Kab. Bogor H. Bambang Wahyudi di Masjid Nurul Iman, Budi Agung Kecamatan Tanah sareal.

DPP LDII dipercaya untuk menyalurkan zakat itu kepada mustahiq sebesar Rp. 350 juta dari dana zakat kooporasi BMS tersebut. Kemudian DPP LDII menyalurkan sebagian dana zakat itu secara simbolis kepada sejumlah mustahiq zakat di Bogor melalui Dewan Pimpinan Daerah LDII Kota dan Kabupaten Bogor.

Ketua Umum DPP LDII Prof. KH Abdullah Syam mengatakan zakat yang disalurkan melalui DPD LDII Kota Bogor masing-masing sebesar Rp.25 Juta, selanjutnya dana itu akan dibagikan kepada 500 keluarga dhuafa dengan besaran pembagian Rp. 100 ribu per keluarga.

Selain Bogor, DPP LDII juga menyarlurkan zakat di beberapa wilayah lainnya seperti Depok, Bekasi, DKI Jakarta dan Tangerang. Ia juga menghimbau agar dana tersebut disalurkan dengan benar dan dapat di pertanggungjawabkan.

“Harus ada laporannya ke DPP LDII tentang siapa saja yang menerima. LDII harus mampu membuktikan dirinya sebagai ormas keagamaan yang menjunjung tinggi sifat jujur amanah rukun kompak dan mampu bekerjasama yang baik melalui penyaluran zakat koorperasi”, ujarnya.

Ia berharap BMS akan terus memberikan kepercayaan kepada LDII untuk menyalurkan dana zakat koorporasinya dan jumlah dana yang disalurkan dapat terus berkembang hingga memberikan manfaat nyata kepada keluarga dhuafa yang menerima bantuan.

Sementara Ketua DpP LDII Kota Bogor Radjab Tambulon berjanji akan menjalankan amanah tersebut dengan baik. Kami akan data dan akan kami langsung berikan dengan cara door to door, ' ujarnya.

Bogor Metropolis 17 September 2006/ 17 Ramadhan 1429 H. hal . 10

Shalat Ghaib untuk Pasuruan

Radar-Bogor.com
Shalat Ghaib untuk Pasuruan

Tragedi tragis di pasuruan yang menewaskan 21 korban akibat berebut zakat mengundang keprihatinan kaum muslimin Kota Bogor. Kemarin. Lembaga Dakwah Islam Indonesia menggelar salat ghaib di Masjid Nurul Iman, Jalan Budi Agung Kecamatan Tanah Sereal. Salat ghaib itu untuk mendoakan ke 21 warga pasuruan yang tewas dalam kejadian naas tersebut.

Seusai salat magrib, puluhan warga LDII melaksanakan salat ghaib bersama yang diimami langsung Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LDII, Prof Dr. Ir. Abdullah Syam. Hadir dalam salat ghaib itu Ketua DPP LDII Kota Bogor Radjab Tampubolon, Ketua DPD LDII Kabupaten Bogor H. Bambang Wahyudi dan puluhan simpatisan LDII dan warga sekitar.

Salat Ghaib itu juga diikuti puluhan ibu-ibu dan anak-anak muda, dengan penuh keprihatinan para ibu dan seluruh jamaah berdiri sejenak.

Dalam doanya, Ketua Umum DPP LDII menuturkan agar jenazah kaum muslimin terkena bencana di Pasuruan diterima Allah SWT dan semoga seluruh umat Islam selalu mendapat rahmat dan ridho-nya. ' Semoga amal ibadah saudara kita di Pasuruan diterima Allah SWT,” ujarnya.

Ia juga menambahkan salat ghaib tersebut sebagai bentuk keprihatinan terhadap sesama umat Islam. Menurutnya, Zakat sebaiknya dilakukan dengan cara door to door atau dari pintu ke pintu dengan cara mendatangi langsung para mustahik zakat.

Idealnya, sambung dia, zakat dapat diterima dengan kegembiraan oleh para mustahik untuk iktu membantu keperluan mereka. Apalagi, menjelang Ramdhan. “ Idealnya memang seperti itu. Lebih baik diberikan langsung dari pada dikumpulkan dalam satu tempat apalagi tanpa pengamanan akan sangat riskan. “ pangkasnya.

Tuesday, September 02, 2008

Paradigma Baru LDII

Paradigma Baru LDII

Paradigma baru LDII atau Lembaga Dakwah Islam Indonesia adalah upaya klarifikasi yang dilakukan oleh LDII ke seluruh umat dan berbagai pihak terutama Majelis Ulama Islam Indonesia terhadap isu-isu negatif yang dilontarkan oleh segelintir anggota masyarakat yang hanya memahami Islam dan LDII sepotong-sepotong atau belum memahami sepenuhnya tentang Islam dan LDII.

Upaya ini merupakan hasil dari masukan dari sebagian masyarakat agar LDII tidak diam saja ketika dicaci maki, dihina, dianggap sesat, dihujat tidak henti-hentinya oleh segilitar orang yang belum sepenuhnya memahami LDII maupun Islam secara keseluruhan.

Sebagian besar masyarakat tersebut memahami eksistensi LDII didalam melakukan kebajikan atau amal shaleh dengan tanpa pamrih dan terus menerus melakukakannya walaupun cacian dan hujatan tidak pernah berhenti bahkan banyak telah menelan korban jiwa. Hujatan dan Cacian ini merupakan ujian terhadap LDII tentang kesungguhan dalam menegakkan kebenaran, apakah tetap konsisten. Sama halnya ketika rasulullah melakukan dakwah Islam, dimana cacian dan hujatan tidak pernah berhenti bahkan nyawapun terancam. Sikap rasulullah adalah tetap sabar dan tetap konsisten untuk tetap amar ma'ruf dan nahi mungkar dan demikian juga LDII.

Paradigma LDII diharapkan masyarakat yang belum memahami tentang LDII dapat segera mengetahui kebenaran sesungguhnya dan menepis cacian dan hujatan yang dampaknya kalau dibiarkan akan dapat memecah-belah umat dan merugikan masyarakat Indonesia bahkan bangsa Indonesia.