Inside Mecca

Syariah Economy

Loading...

Saturday, September 22, 2007

Kebudayaan dan Peradaban

Budaya, di dalam ilmu antropologi adalah pola teladan perilaku dan pola pemikiran orang-orang yang tinggal di suatu kelompok sosial yang saling belajar, menciptakan, dan saling berbagi tentang berbagai hal. Budaya membedakan kelompok manusia dari kelompok manusia lainnya. Budaya juga membedakan manusia dari makluk hidup lainnya seperti binatang. Suatu budaya masyarakat dapat meliputi kepercayaan mereka, peraturan tentang perilaku, bahasa, upacara atau ritual agama, seni, teknologi, gaya pakaian, cara memproduksi sesuatu, makanan, agama, politik dan sistem ekonomi (bodley, 2004).

Daed Joesoef berpendapat kebudayaan adalah hal-hal atau segala sesuatu yang mempunyai ciri atau sifat budaya. Sedangkan budaya itu sendiri adalah sistim nilai yang dihayati. Nilai dapat berbentuk (tangible) seperti bangunan bersejarah, karya seni, lukisan, patung, dan lainnya, serta juga tidak berbentuk (intangible) seperti adat-istiadat, tradisi, kebiasaan normative, moral, Etika, harga diri, kepercayaan, disiplin, gagasan, pegangan hidup, nalar, semangat ilmiah, ilmu pengetahuan dan lain-lain.

Dalam sebuah buku teks antropologi yang telah digunakan secara umum, ditemukan tidak kurang dari 11 definisi tentang kebudayaan. Buku yang lain meninjau tidak kurang 160 definisi kebudayaan yang digunakan oleh para antropolog, sosiolog, psikolog dan disiplin ilmu lainnya (Fukuyama,1995), (Joesoef,2000). Para Antrapolog bersikukuh bahwa tidak ada aspek-aspek kebudayaan yang umum bagi seluruh masyarakat manusia. Faktor-faktor budaya oleh karenanya tidak dapat disistematisasikan melalui hukum-hukum universal; mereka hanya dapat diinterpretasikan melalui apa yang disebut “ thick description” atau deskripsi tebal.

Kebudayaan atau culture adalah konsep yang paling utama di dalam ilmu antropologi yang mempelajari semua aspek hidup manusia, masa lampau dan kini. Kata Culture diambil dari bahasa latin “cultura” yang sepadan dengan makna “cultivation” yang menyatakan hubungan spesifik antara manusia dengan alam. Pakar antropologi biasanya menggunakan istilah kebudayaan untuk mengacu pada suatu masyarakat atau kelompok masyarakat yang cukup besar atau semua orang-orang yang tinggal atau hidup dan berpikir dengan cara yang sama. Sedangkan, kelompok orang yang memiliki kebudayaan yang sama dan khususnya tentang aturan umum perilaku dan bentuk dasar organisasi sosial didefinisikan sebagai suatu masyarakat atau society. Istilah kebudayaan (culture) dan masyarakat (society) kadang-kadang maknanya digunakan terbalik.

Kebudayaan mempunyai beberapa karakteristik pembeda (Bodley,2004) diantaranya (1) didasarkan pada simbol-simbol dan cara-cara abstrak mengacu pada pemahaman akan gagasan, objek, perasaan, atau perilaku dan kemampuan untuk berkomunikasi dengan simbol yang menggunakan bahasa. (2) Kebudayaan bersama, orang-orang dalam masyarakat yang sama saling berbagi cara pikir dan perilaku umum melalui budaya. (3) Kebudayaan dipelajari. Sementara orang-orang yang secara biologis menerima warisan berupa ciri fisik dan naluri tingkah laku, budaya secara sosial menerima warisan. Seseorang harus belajar kultur dari orang-orang lainnya dalam suatu masyarakat. (4) kebudayaan adalah dapat beradaptasi. Orang-Orang menggunakan budaya dengan fleksibel dan dengan cepat melakukan penyesuaian ke perubahan di dunia di sekitar mereka.

Kebudayaan berkembang seiring dengan evolusi spesies manusia, Homosapiens, dan berhubungan erat dengan biologi manusia. Kemampuan manusia untuk mempunyai kebudayaan sebagian besar disebabkan karena corak fisik manusia yang memiliki otak yang kompleks dan besar serta posisi dan sikap yang tegak lurus mengambil, dapat leluasa dalam mengambil dan mengelolah benda-benda kecil dan keahlian berkenaan dengan suara yang dapat menghasilkan dan mengartikulasikan bunyi yang indah. Kelebihan manusia dengan fisik corak yang berbeda dengan makluk hidup lainnya mulai ada dan mulai berkembang pada nenek moyang manusia dari Afrika lebih sejak empat juta tahun yang lalu. Bukti fisik mulai adanya kebudayan yang paling awal adalah perkakas batu kasar atau alat untuk memotong yang dibuat di Afrika Timur dua juta tahun yang lalu.

Peradaban adalah suatu kondisi masyarakat yang terdiri dari kesatuan budaya dan sejarah (bodley,2004) . Dalam pengertian lain peradaban merupakan jenjang keberadaan tertinggi yang dapat dicapai oleh suatu kebudayaan; ia adalah artifisial, tidak metafisis, tidak berjiwa, dikuasai oleh intelek (Joesoef,2000) Sejarawan menemukan berbagai kesulitan di dalam mendefinisikan peradaban dengan mengelompokkan masyarakat tertentu dan atau dengan label yang tepat, apakah suatu peradaban atau tidak; mereka menggunakan istilah peradaban untuk mengacu pada sejumlah sejarah masa lampau dan masyarakat kini yang menjelma pola-pola teladan historis dan budaya yang saling berbeda.

Huntington (1996) melihat dan mengklasifikasikan teori peradaban berdasarkan beberapa perspektif ;

1. Sebuah pembedaan dapat ditemukan di antara berbagai peradaban baik yang singular maupun yang plural. Ide tentang peradaban dikembangkan oleh pemikir prancis abad XVII yang memperlawankannya dengan konsep barbarisme. Masyarakat yang telah berperadaban dibedakan dari masyarakat primitif karena mereka adalah masyarakat kota, hidup menetap dan terpelajar. Berperadaban adalah baik dan tidak berperadaban adalah buruk. Konsep peradaban menyajikan tolak ukur yang dapat dijadikan acuan dalam memberikan penilaian terhadap berbagai dinamika kehidupan masyarakat, yang selama abad XIX, orang-orang Eropa banyak melakukannya melalui upaya-upaya intelektual, diplomatis dan politis dalam mengeloborasi kriteria yang diterapkan pada masyarakat Non-Eropa yang dapat mereka anggap sebagai masyarakat yang telah berperadaban dan mereka terima sebagai bagian dari sistem yang mendunia dalam tantanan masyarakat Eropa.

2. Sebuah Peradaban kecuali di Jerman adalah sebuah entitas kultural atau budaya. Peradaban dan kebudayaan sama-sama menunjuk pada pandangan hidup manusia dan suatu peradaban adalah bentuk yang lebih luas dari kebudayaan.

3. Setiap peradaban selalu bersifat komprehensif yang tidak satu pun dari konstituen kesatuannya dapat sepenuhnya paham tanpa mengacu pada cakupan atau wilayah peradaban. Peradaban adalah entitas paling luas dari budaya.Peradaban-peradaban tidak memiliki wilayah-wilayah, permulaan-permulaan dan akhir yang jelas.

4. Peradaban bersifat fana tapi juga hidup relative sangat lama; ia berkembang dan beradaptasi dan sangat berpengaruh terhadap kehidupan manusia, “realitas-realitas yang benar-benar dapat bertahan dalam waktu yang lama.

5. Karena peradaban-peradaban merupakan entitas-entitas cultural, bukan entitas-entitas politis, sehingga tidak berpegang pada tatanan, penegakan keadilan, kesejahteraan bersama, upaya-upaya perdamaian, mengadakan suatu negoisasi atau menetapkan kebijakan-kebijakan yang biasanya dilakukan oleh pemerintahan.

Sebagian dari peradaban ini adalah Andeanone, yang memulai sekitar tahun 800 SM; Orang Mexico sekitar abad 3 SM; Asia timur, atau Negeri China sekitar tahun 2200 SM dan menyebar ke Jepang sekitar abad 600 SM; Orang India sekitar tahun 1500 SM; Orang mesir sekitar 3000 SM; Sumerian sekitar 4000 SM; yang diikuti oleh Babilonia sekitar 1700 SM; Minoan sekitar 2000 SM; Semitic sekitar 1500 SM; Greco-Roman sekitar 1100 SM; Byzantium, sekitar tahun 4 M; Islam sekitar abad ke 8; dan peradaban barat, yang muncul/bangkit dari Eropa Barat pada awal Abad Pertengahan.

0 komentar: